Wednesday, November 30, 2005

Hasil Dialog Tentang Fenomena meningkatnya kasus bunuh diri pada Masyarakat dan Remaja

Hasil Dialog Tentang Fenomena meningkatnya kasus bunuh diri pada Masyarakat dan Remaja di Propinsi DIY

1. latar Belakang

Belakangan ini kita dikejutkan dengan semakin meningkatnya kasus bunuh diri tentu saja ini menimbulkan Keprihatinan sebab ditinjau dari sisi manapun bunuh diri adalah tindakan yang dilarang dari tinjauan keagamaan kiranya tidak ada agama yang memperbolehkan umatnya untuk melakukan bunuh diri. Bahkan sebaliknya dalam islam misalnya salah satu tujuan pokok hokum adalah melindungi Jiwa manusia sebagaimana hak memberi hidup adalah hak tuhan maka demikian pula dengan penghilangan nyawa sebab itulah dalam pandangan sosial, bunuh diri akan menimbulkan keresahan sosial dalam kehidupan masyarakat kematian adalah Fenomena hidup yang natural dan biasa, Namun sesuatu yang biasa ini akan menimbulkan kesan yang berbeda baik bagi keluarga yang ditingaalkan ataupun masyarakat sekitar jika kematian itu terjadi secara tidak wajar jika bunuh diri ini disebut sebagai perilaku menyimpang sesungguhnya dalam segala hal penyimpangan selalu saja terjadi tetapi jika tingkat penyimpangan ini cukup signifikan dan bahkan terus meningkat tentu membuat kita prihatin dan mendorong kita untuk memberi prihatin secara lebih mendalam Terjadinya Penyimpangan menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres . bagi orang yang sehat kiranya tidak ada alas an untuk melakukan bunuh diri. Meningkatnya kasus bunuh diri mencerminkan bahwa masyarakat kita sedang sakit dan inilah yang sekarang sedang terjadi ditengah masyarakat kita

2. Deskripsi Umum Kasus Bunuh Diri

Sejauh ini belum ada data resmi yang dipublikasikan yang menggambarkan angka bunuh diri anak dan remaja dalam skala nasional dari laporan -laporan media yang ada yang disajikan lebih berupa gambaran - gambaran yang sifatnya local dan bersifat umum misalnya dalam laporan yang disajikan kompas tanggal 17 juli 2004 disebutkan bahwa selama enam bulan terakhir dijakarta,Bogor,Tangerang dan Bekasi terjadi 92 kasus bunuhdiri beberapa diantaranya dilakukan anak-anak dan remaja sekalipun tidak disebutkan perincian aqngka secara pasti namun seringnya kita membaca atau menyaksikan sajian tentang bunuh diri anak dan remaja jelas mengindikasikan terjadinya angka peningkatan yang signifikan

3. Faktor Penyebab Bunuh Diri

Berdasarkan data dari Polda DIY mulai tahun 2000 sampai dengan Juli 2004 tergambar bahwa ada delapan hal yang menjadi sebab terjadinya bunuh diri dari 301 kasus sebab-sebab yang melatari bunuhdiri secara berurutan adalah sebagai berikut :

Penyakit ( 50,8%, Frustasi ( 16,61 % ), Stres ( 15,61 % ) tekanan ekonomi ( 10,3 % ) masalah keluarga (2,66 % ) sakit ingatan ( 2,33 % ) rasa malu ( 1 % ) dan putus cinta (0,66 ) dari data ini tampak bahwa penyebab tertinggi kasus bununh diri disebabkan oleh penyakit yang dirasa sangat menyiksa dan tak kunjung sembuh

Hasil Tim Kerukunan Lintas Umat Beragama Prop.DIY
Dalam Dialog Pemuka Agama dengan pemerintah

Majelis - majelis Agama Propinsi DIY Menyampaikan Imbauan Sbb :
Memohon kepada Pemerintah Pusat dan Daerah bersama DPR dan DPRD untuk segera mewujudkan adanya Undang-undang anti Pornografi dan pornoaksi,guna melindungi keruntuhan akhlak dan moral bangsa Indonesia,dengan berlandaskan pada UUD 1945 dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME serta Norma budaya yang hidup dalam Masyarakat

1. Memohon kepada pemerintah pusat dan daerah melalui departemen terkait pada setiap eselon agar segera mengambil prakara mengadakan program aksi pencegahan penanggulangan, pengawasan perkembangan dan Penyebaran Pornografi/aksi sebagai upaya pelestarian budaya bangsa yang mengarah pada pelestariandan pengembangan nilai�= nilai bangsa yang berbudi luhur

2. kepada komisi Penyiaran Indonesia /komisi Penyiaran daerah Dewan pers dan badan sensor Film agar lebih memperhatikan akibat buruk yang ditimbulkan oleh adanya Penyajian melalui gambar dan atau tulisan atau bentuk lain yang dapat menimbulkan rangsangan nafsu seks/serta penayangan film yang mengeksploitasi kekerasan dan berbagai bentuk mistisisme yang dapat merusak akidah dan Norma-norma agama

3. Lembaga agama dan keagamaan diharapkan agar lebih meningkatkan Pembinaan dan penyuluhan kepada umat untuk lebih selektif dan memilih acara dan jam tayang, sehingga tidak berdampak buruk bagi perkembangan jiwa anak, remaja dan Masyarakat

4. Menghimbau kepada orang per orangan, kelompok swadaya masyarakat baik yang berbadan hokum yang peduli dengan bahaya Pornografi

5. Pemilik media atau rumah produksi acara serta penyedia jasa informasi lainnya untuk lebih mengutamakan pertimbangan nilai-nilai moral dan Pendidikan masyarakat

6. pemerintah agar meningkatkan produksi dan siaran yang mengedepankan nilai-nilai moral dan agama

Hasil Dialog Tentang Fenomena meningkatnya kasus bunuh diri pada Masyarakat dan Remaja diPropinsi DIY

4. latar Belakang

Belakangan ini kita dikejutkan dengan semakin meningkatnya kasus bunuh diri tentu saja ini menimbulkan Keprihatinan sebab ditinjau dari sisi manapun bunuh diri adalah tindakan yang dilarang dari tinjauan keagamaan kiranya tidak ada agama yang memperbolehkan umatnya untuk melakukan bunuh diri. Bahkan sebaliknya dalam islam misalnya salah satu tujuan pokok hokum adalah melindungi Jiwa manusia sebagaimana hak memberi hidup adalah hak tuhan maka demikian pula dengan penghilangan nyawa sebab itulah dalam pandangan sosial, bunuh diri akan menimbulkan keresahan sosial dalam kehidupan masyarakat kematian adalah Fenomena hidup yang natural dan biasa, Namun sesuatu yang biasa ini akan menimbulkan kesan yang berbeda baik bagi keluarga yang ditingaalkan ataupun masyarakat sekitar jika kematian itu terjadi secara tidak wajar jika bunuh diri ini disebut sebagai perilaku menyimpang sesungguhnya dalam segala hal penyimpangan selalu saja terjadi tetapi jika tingkat penyimpangan ini cukup signifikan dan bahkan terus meningkat tentu membuat kita prihatin dan mendorong kita untuk memberi prihatin secara lebih mendalam Terjadinya Penyimpangan menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres . bagi orang yang sehat kiranya tidak ada alas an untuk melakukan bunuh diri. Meningkatnya kasus bunuh diri mencerminkan bahwa masyarakat kita sedang sakit dan inilah yang sekarang sedang terjadi ditengah masyarakat kita

5. Deskripsi Umum Kasus Bunuh Diri

Sejauh ini belum ada data resmi yang dipublikasikan yang menggambarkan angka bunuh diri anak dan remaja dalam skala nasional dari laporan -laporan media yang ada yang disajikan lebih berupa gambaran - gambaran yang sifatnya local dan bersifat umum misalnya dalam laporan yang disajikan kompas tanggal 17 juli 2004 disebutkan bahwa selama enam bulan terakhir dijakarta,Bogor,Tangerang dan Bekasi terjadi 92 kasus bunuhdiri beberapa diantaranya dilakukan anak-anak dan remaja sekalipun tidak disebutkan perincian aqngka secara pasti namun seringnya kita membaca atau menyaksikan sajian tentang bunuh diri anak dan remaja jelas mengindikasikan terjadinya angka peningkatan yang signifikan

6. Faktor Penyebab Bunuh Diri

Berdasarkan data dari Polda DIY mulai tahun 2000 sampai dengan Juli 2004 tergambar bahwa ada delapan hal yang menjadi sebab terjadinya bunuh diri dari 301 kasus sebab-sebab yang melatari bunuhdiri secara berurutan adalah sebagai berikut :

Penyakit ( 50,8%, Frustasi ( 16,61 % ), Stres ( 15,61 % ) tekanan ekonomi ( 10,3 % ) masalah keluarga (2,66 % ) sakit ingatan ( 2,33 % ) rasa malu ( 1 % ) dan putus cinta (0,66 ) dari data ini tampak bahwa penyebab tertinggi kasus bununh diri disebabkan oleh penyakit yang dirasa sangat menyiksa dan tak kunjung sembuh

Hasil Tim Kerukunan Lintas Umat Beragama Prop.DIY

Dalam Dialog Pemuka Agama dengan pemerintah

Majelis - majelis Agama Propinsi DIY Menyampaikan Imbauan Sbb :

Memohon kepada Pemerintah Pusat dan Daerah bersama DPR dan DPRD untuk segera mewujudkan adanya Undang-undang anti Pornografi dan pornoaksi,guna melindungi keruntuhan akhlak dan moral bangsa Indonesia,dengan berlandaskan pada UUD 1945 dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME serta Norma budaya yang hidup dalam Masyarakat
1. Memohon kepada pemerintah pusat dan daerah melalui departemen terkait pada setiap eselon agar segera mengambil prakara mengadakan program aksi pencegahan penanggulangan, pengawasan perkembangan dan Penyebaran Pornografi/aksi sebagai upaya pelestarian budaya bangsa yang mengarah pada pelestariandan pengembangan nilai�= nilai bangsa yang berbudi luhur
2. kepada komisi Penyiaran Indonesia /komisi Penyiaran daerah Dewan pers dan badan sensor Film agar lebih memperhatikan akibat buruk yang ditimbulkan oleh adanya Penyajian melalui gambar dan atau tulisan atau bentuk lain yang dapat menimbulkan rangsangan nafsu seks/serta penayangan film yang mengeksploitasi kekerasan dan berbagai bentuk mistisisme yang dapat merusak akidah dan Norma-norma agama
3. Lembaga agama dan keagamaan diharapkan agar lebih meningkatkan Pembinaan dan penyuluhan kepada umat untuk lebih selektif dan memilih acara dan jam tayang, sehingga tidak berdampak buruk bagi perkembangan jiwa anak, remaja dan Masyarakat
4. Menghimbau kepada orang per orangan, kelompok swadaya masyarakat baik yang berbadan hokum yang peduli dengan bahaya Pornografi
5. Pemilik media atau rumah produksi acara serta penyedia jasa informasi lainnya untuk lebih mengutamakan pertimbangan nilai-nilai moral dan Pendidikan masyarakat
6. pemerintah agar meningkatkan produksi dan siaran yang mengedepankan nilai-nilai moral dan agama.

Hasil Dialog Tentang Fenomena meningkatnya kasus bunuh diri pada Masyarakat dan Remaja

Hasil Dialog Tentang Fenomena meningkatnya kasus bunuh diri pada Masyarakat dan Remaja di Propinsi DIY





1. latar Belakang

Belakangan ini kita dikejutkan dengan semakin meningkatnya kasus bunuh diri tentu saja ini menimbulkan Keprihatinan sebab ditinjau dari sisi manapun bunuh diri adalah tindakan yang dilarang dari tinjauan keagamaan kiranya tidak ada agama yang memperbolehkan umatnya untuk melakukan bunuh diri. Bahkan sebaliknya dalam islam misalnya salah satu tujuan pokok hokum adalah melindungi Jiwa manusia sebagaimana hak memberi hidup adalah hak tuhan maka demikian pula dengan penghilangan nyawa sebab itulah dalam pandangan sosial, bunuh diri akan menimbulkan keresahan sosial dalam kehidupan masyarakat kematian adalah Fenomena hidup yang natural dan biasa, Namun sesuatu yang biasa ini akan menimbulkan kesan yang berbeda baik bagi keluarga yang ditingaalkan ataupun masyarakat sekitar jika kematian itu terjadi secara tidak wajar jika bunuh diri ini disebut sebagai perilaku menyimpang sesungguhnya dalam segala hal penyimpangan selalu saja terjadi tetapi jika tingkat penyimpangan ini cukup signifikan dan bahkan terus meningkat tentu membuat kita prihatin dan mendorong kita untuk memberi prihatin secara lebih mendalam Terjadinya Penyimpangan menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres . bagi orang yang sehat kiranya tidak ada alas an untuk melakukan bunuh diri. Meningkatnya kasus bunuh diri mencerminkan bahwa masyarakat kita sedang sakit dan inilah yang sekarang sedang terjadi ditengah masyarakat kita

2. Deskripsi Umum Kasus Bunuh Diri

Sejauh ini belum ada data resmi yang dipublikasikan yang menggambarkan angka bunuh diri anak dan remaja dalam skala nasional dari laporan -laporan media yang ada yang disajikan lebih berupa gambaran - gambaran yang sifatnya local dan bersifat umum misalnya dalam laporan yang disajikan kompas tanggal 17 juli 2004 disebutkan bahwa selama enam bulan terakhir dijakarta,Bogor,Tangerang dan Bekasi terjadi 92 kasus bunuhdiri beberapa diantaranya dilakukan anak-anak dan remaja sekalipun tidak disebutkan perincian aqngka secara pasti namun seringnya kita membaca atau menyaksikan sajian tentang bunuh diri anak dan remaja jelas mengindikasikan terjadinya angka peningkatan yang signifikan

3. Faktor Penyebab Bunuh Diri

Berdasarkan data dari Polda DIY mulai tahun 2000 sampai dengan Juli 2004 tergambar bahwa ada delapan hal yang menjadi sebab terjadinya bunuh diri dari 301 kasus sebab-sebab yang melatari bunuhdiri secara berurutan adalah sebagai berikut :

Penyakit ( 50,8%, Frustasi ( 16,61 % ), Stres ( 15,61 % ) tekanan ekonomi ( 10,3 % ) masalah keluarga (2,66 % ) sakit ingatan ( 2,33 % ) rasa malu ( 1 % ) dan putus cinta (0,66 ) dari data ini tampak bahwa penyebab tertinggi kasus bununh diri disebabkan oleh penyakit yang dirasa sangat menyiksa dan tak kunjung sembuh

Hasil Tim Kerukunan Lintas Umat Beragama Prop.DIY
Dalam Dialog Pemuka Agama dengan pemerintah

Majelis - majelis Agama Propinsi DIY Menyampaikan Imbauan Sbb :
Memohon kepada Pemerintah Pusat dan Daerah bersama DPR dan DPRD untuk segera mewujudkan adanya Undang-undang anti Pornografi dan pornoaksi,guna melindungi keruntuhan akhlak dan moral bangsa Indonesia,dengan berlandaskan pada UUD 1945 dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME serta Norma budaya yang hidup dalam Masyarakat

1. Memohon kepada pemerintah pusat dan daerah melalui departemen terkait pada setiap eselon agar segera mengambil prakara mengadakan program aksi pencegahan penanggulangan, pengawasan perkembangan dan Penyebaran Pornografi/aksi sebagai upaya pelestarian budaya bangsa yang mengarah pada pelestariandan pengembangan nilai�= nilai bangsa yang berbudi luhur

2. kepada komisi Penyiaran Indonesia /komisi Penyiaran daerah Dewan pers dan badan sensor Film agar lebih memperhatikan akibat buruk yang ditimbulkan oleh adanya Penyajian melalui gambar dan atau tulisan atau bentuk lain yang dapat menimbulkan rangsangan nafsu seks/serta penayangan film yang mengeksploitasi kekerasan dan berbagai bentuk mistisisme yang dapat merusak akidah dan Norma-norma agama

3. Lembaga agama dan keagamaan diharapkan agar lebih meningkatkan Pembinaan dan penyuluhan kepada umat untuk lebih selektif dan memilih acara dan jam tayang, sehingga tidak berdampak buruk bagi perkembangan jiwa anak, remaja dan Masyarakat

4. Menghimbau kepada orang per orangan, kelompok swadaya masyarakat baik yang berbadan hokum yang peduli dengan bahaya Pornografi

5. Pemilik media atau rumah produksi acara serta penyedia jasa informasi lainnya untuk lebih mengutamakan pertimbangan nilai-nilai moral dan Pendidikan masyarakat

6. pemerintah agar meningkatkan produksi dan siaran yang mengedepankan nilai-nilai moral dan agama

Hasil Dialog Tentang Fenomena meningkatnya kasus bunuh diri pada Masyarakat dan Remaja diPropinsi DIY

4. latar Belakang

Belakangan ini kita dikejutkan dengan semakin meningkatnya kasus bunuh diri tentu saja ini menimbulkan Keprihatinan sebab ditinjau dari sisi manapun bunuh diri adalah tindakan yang dilarang dari tinjauan keagamaan kiranya tidak ada agama yang memperbolehkan umatnya untuk melakukan bunuh diri. Bahkan sebaliknya dalam islam misalnya salah satu tujuan pokok hokum adalah melindungi Jiwa manusia sebagaimana hak memberi hidup adalah hak tuhan maka demikian pula dengan penghilangan nyawa sebab itulah dalam pandangan sosial, bunuh diri akan menimbulkan keresahan sosial dalam kehidupan masyarakat kematian adalah Fenomena hidup yang natural dan biasa, Namun sesuatu yang biasa ini akan menimbulkan kesan yang berbeda baik bagi keluarga yang ditingaalkan ataupun masyarakat sekitar jika kematian itu terjadi secara tidak wajar jika bunuh diri ini disebut sebagai perilaku menyimpang sesungguhnya dalam segala hal penyimpangan selalu saja terjadi tetapi jika tingkat penyimpangan ini cukup signifikan dan bahkan terus meningkat tentu membuat kita prihatin dan mendorong kita untuk memberi prihatin secara lebih mendalam Terjadinya Penyimpangan menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres . bagi orang yang sehat kiranya tidak ada alas an untuk melakukan bunuh diri. Meningkatnya kasus bunuh diri mencerminkan bahwa masyarakat kita sedang sakit dan inilah yang sekarang sedang terjadi ditengah masyarakat kita

5. Deskripsi Umum Kasus Bunuh Diri

Sejauh ini belum ada data resmi yang dipublikasikan yang menggambarkan angka bunuh diri anak dan remaja dalam skala nasional dari laporan -laporan media yang ada yang disajikan lebih berupa gambaran - gambaran yang sifatnya local dan bersifat umum misalnya dalam laporan yang disajikan kompas tanggal 17 juli 2004 disebutkan bahwa selama enam bulan terakhir dijakarta,Bogor,Tangerang dan Bekasi terjadi 92 kasus bunuhdiri beberapa diantaranya dilakukan anak-anak dan remaja sekalipun tidak disebutkan perincian aqngka secara pasti namun seringnya kita membaca atau menyaksikan sajian tentang bunuh diri anak dan remaja jelas mengindikasikan terjadinya angka peningkatan yang signifikan

6. Faktor Penyebab Bunuh Diri

Berdasarkan data dari Polda DIY mulai tahun 2000 sampai dengan Juli 2004 tergambar bahwa ada delapan hal yang menjadi sebab terjadinya bunuh diri dari 301 kasus sebab-sebab yang melatari bunuhdiri secara berurutan adalah sebagai berikut :

Penyakit ( 50,8%, Frustasi ( 16,61 % ), Stres ( 15,61 % ) tekanan ekonomi ( 10,3 % ) masalah keluarga (2,66 % ) sakit ingatan ( 2,33 % ) rasa malu ( 1 % ) dan putus cinta (0,66 ) dari data ini tampak bahwa penyebab tertinggi kasus bununh diri disebabkan oleh penyakit yang dirasa sangat menyiksa dan tak kunjung sembuh

Hasil Tim Kerukunan Lintas Umat Beragama Prop.DIY

Dalam Dialog Pemuka Agama dengan pemerintah

Majelis - majelis Agama Propinsi DIY Menyampaikan Imbauan Sbb :

Memohon kepada Pemerintah Pusat dan Daerah bersama DPR dan DPRD untuk segera mewujudkan adanya Undang-undang anti Pornografi dan pornoaksi,guna melindungi keruntuhan akhlak dan moral bangsa Indonesia,dengan berlandaskan pada UUD 1945 dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME serta Norma budaya yang hidup dalam Masyarakat
1. Memohon kepada pemerintah pusat dan daerah melalui departemen terkait pada setiap eselon agar segera mengambil prakara mengadakan program aksi pencegahan penanggulangan, pengawasan perkembangan dan Penyebaran Pornografi/aksi sebagai upaya pelestarian budaya bangsa yang mengarah pada pelestariandan pengembangan nilai�= nilai bangsa yang berbudi luhur
2. kepada komisi Penyiaran Indonesia /komisi Penyiaran daerah Dewan pers dan badan sensor Film agar lebih memperhatikan akibat buruk yang ditimbulkan oleh adanya Penyajian melalui gambar dan atau tulisan atau bentuk lain yang dapat menimbulkan rangsangan nafsu seks/serta penayangan film yang mengeksploitasi kekerasan dan berbagai bentuk mistisisme yang dapat merusak akidah dan Norma-norma agama
3. Lembaga agama dan keagamaan diharapkan agar lebih meningkatkan Pembinaan dan penyuluhan kepada umat untuk lebih selektif dan memilih acara dan jam tayang, sehingga tidak berdampak buruk bagi perkembangan jiwa anak, remaja dan Masyarakat
4. Menghimbau kepada orang per orangan, kelompok swadaya masyarakat baik yang berbadan hokum yang peduli dengan bahaya Pornografi
5. Pemilik media atau rumah produksi acara serta penyedia jasa informasi lainnya untuk lebih mengutamakan pertimbangan nilai-nilai moral dan Pendidikan masyarakat
6. pemerintah agar meningkatkan produksi dan siaran yang mengedepankan nilai-nilai moral dan agama.

Polisi Kecolongan Bebasnya Embing

SOLO - Aparat kepolisian, khususnya jajaran Reskrim Polresta Surakarta benar-benar kecolongan dengan bebasnya gembong perampok Pompi Suradimansah (32) alias Embing dari Rutan Surakarta.

Residivis beberapa kasus perampokan itu kembali menghirup kebebasannya setelah dia menjalani masa hukumannya 1 tahun 3 bulan.

Semestinya Embing, sebagaimana diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Masrur, masih harus menghadapi dua berkas lain yang rencananya akan disusulkan setelah hukuman pertama itu dijalani. Namun sebelum sidang lanjutan digelar, gembong perampok itu keburu dibebaskan.

"Kami nggak tahu, apakah pihak rutan belum diberitahu pihak kejaksaan kalau Embing masih memiliki tunggakan perkara di Solo serta daerah lain. Kami baru tahu Embing bebas Agustus lalu. Karena itu kami tidak menyiapkan tim penjemput," paparnya.

Tiga Berkas

Dia mengungkapkan, otak berbagai kejahatan itu tersangkut tiga kasus perampokan di Solo. Dia tertangkap awal 2003 di Lembang, Jabar, kemudian menjalani persidangan di PN Surakarta. Bapak dua anak itu juga tersangkut kasus serupa di beberapa daerah, seperti Yogyakarta dan Surabaya.

"Di Solo kasusnya kami buat dalam tiga berkas," katanya.

Berkas pertama yang diajukan adalah kasus perampokan di Jaya Gypsum Jl Ir Juanda. Dalam perkara itu, menurut Masrur, pihaknya dapat menerima keputusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis hukuman 1 tahun 3 bulan. Sebab Embing masih memiliki dua berkas kasus yang akan disidangkan. "Saat itu kami berpikir masih ada dua berkas lain yang akan menyusul. Namun sekarang kami benar-benar kecolongan," ungkapnya.

Dua berkas lain itu, lanjut dia, adalah perampokan di Auto 2000 Jl Sam Ratulanggi dan Jl Rajiman. Berkas-berkas itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. "Kami memperkirakan Embing tidak mendapatkan remisi. Namun ternyata perkiraan saya keliru. Namun dia masih memiliki tunggakan kasus," paparnya.

Karena dinilai masih memiliki tunggakan kasus, menurut Kasat Reskrim, pihaknya kini berusaha mencari gembong perampok itu, termasuk mengirimkan Tim Reskrim ke luar kota. "Kami sudah mendatangi beberapa tempat, tapi Embing tidak ada lagi di sana. Dia juga sudah berpisah dengan istrinya."

Sebelumnya, Kepala Rutan Drs Martono Budianto BcIP mengungkapkan, pihaknya tidak ikut campur dalam penentuan vonis yang dijatuhkan terhadap terpidana Embing. "Kami kan hanya ketempatan. Soal vonis bukan wewenang kami. Adapun soal remisi adalah hak setiap terpidana yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan," katanya. (san-17i)

BERITA DAERAH KHUSUS GUNUNGKIDUL

Yogyakarta
Bekas Bupati Gunung Kidul Tersangka Korupsi

Yogyakarta:Mantan Bupati Gunungkidul Yoetikno ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan kapal nelayan pada tahun 2002. Yoetikno diduga telah menyelewengkan dana pengadaan kapal sebesar Rp 705 juta dari total seluruh dana proyek pengadaan kapal sebesar Rp 1,8 miliar. "Mulai hari ini, Yoetikno resmi kami nyatakan sebagai tersangka,"kata Direktur Kriminal Polda DIY Komisaris Besar Dadang Rusli di ruangannya, Selasa (26/4). Pada hari ini Selasa (26/4) mantan Bupati Gunungkidul Yoetikno diperiksa untuk yang ketiga kalinya oleh Unit Pidana Korupsi Polda DIY sejak pukul 08.30 wib. Yoetikno diperiksa selama tujuh jam dengan 80 buah pertanyaan oleh tim penyidik Polda DIY, Komisaris Sumar, Ajun Komisaris Gunawan dan Aipda Sukarno. Selain Yoetikno, juga ada dua tersangka lain yaitu Pimpinan Proyek Supriatmo, dan bendahara proyek Budiarso akan diperiksa Kamis (27/4) mendatang.